Kesehatan

Desinfektan : Fungsi, Bahaya, Manfaat, Bahaya Dan Cara Membuatnya

Penggunaan desinfektan merupakan salah satu cara yang paling efektif untuk melindungi diri dari serangan virus yang saat ini sangat mengkhawatirkan. Selain menjaga diri dan rajin mencuci tangan, kamu juga perlu menjaga kebersihan benda-benda yang sering digunakan.

Hal tersebut perlu dilakukan karena virus dan bakteri bisa hidup lebih lama di benda mati. Untuk itu kamu perlu secara rutin membersihkannya dengan cairan khusus. Dengan begitu tidak akan ada lagi virus dan bakteri yang menempel di lingkungan kamu.

Cara Membuat Cairan Desinfektan Sendiri

Cairan pembersih biasanya akan disemprotkan ke permukaan benda yang sering disentuh orang banyak, misalnya kursi, lemari, gagang pintu, wastafel dan lain sebagainya.

Jika kamu belum sempat ke luar rumah untuk membeli cairan pembersih, sebaiknya buatlah sendiri di rumah dengan menggunakan cairan karbol atau pemutih.

Kedua bahan ini mengandung benzalkonium klorida dan natrium hipoklorit sehingga mampu membunuh virus secara efektif. Bagaimana cara pembuatannya, simaklah langkah-langkah di bawah ini.

Alat dan bahan :

  • Botol plastik berbentuk semprotan
  • Gelas ukur
  • Sarung tangan karet
  • Air 1 liter
  • 30 ml cairan pemutih

Cara pembuatannya :

  • Siapkan air 1 liter di dalam sebuah wadah.
  • Jangan lupa untuk menggunakan sarung tangan karet terlebih dahulu agar tidak menyebabkan iritasi ketika membuatnya.
  • Campurkan 30 ml cairan pemutih kedalam air. Aduk secara perlahan agar cairan bisa merata.
  • Jika cairan sudah tercampur rata, kamu bisa mengisinya pada wadah botol plastik. Cairan pembersih siap digunakan dan bisa langsung kamu semprotkan ke permukaan benda.

Bahan Desinfektan

Cairan pembersih umumnya menggunakan bahan-bahan kimia untuk proses pembuatannya. Hal tersebut terjadi karena beberapa bahan kimia memiliki kandungan zat yang berbeda.

Sehingga jika dicampurkan bisa membentuk cairan pembersih yang efektif melawan virus dan bakteri. Berikut beberapa bahan yang terkandung dalam cairan pembersih. Simak uraiannya sebagai berikut.

1. Chlorine

Bahan satu ini dikenal juga dengan nama kaporit yang biasanya digunakan untuk membersihkan air yang ada di kolam renang.

Selain itu, bahan ini juga digunakan sebagai bahan untuk pembuatan cairan pembersih yang secara efektif mampu membersihkan permukaan benda.

2. Chloroxylenol

Bahan ini biasa digunakan untuk membersihkan alat-alat medis. Caranya dengan merendam bahan ini dicampur dengan dengan alkohol sehingga mampu mensterilkan kembali alat medis setelah digunakan.

Proses tersebut dilakukan untuk menjaga peralatan tetap bersih dan bisa digunakan dengan baik. Kondisi tersebut membuat zat ini sangat efektif digunakan sebagai bahan dasar pembuatan cairan pembersih.

READ  Senam Lantai : Pengertian, Macam-Macam, Sejarah Dan Manfaatnya

3. Glutaraldehyde

Umumnya bahan ini digunakan untuk membersihkan alat-alat yang digunakan selama operasi. Biasanya alat operasi dibersihkan dengan cara dipanaskan dalam suhu tinggi.

Namun terdapat beberapa alat yang tidak bisa menggunakan suhu panas sehingga dibersihkan dengan bahan ini.

Zat ini juga mampu bermanfaat untuk membersihkan permukaan benda lainnya sehingga sering digunakan untuk campuran pembuatan cairan pembersih.

Cara Membuat Desinfektan Di Rumah

Selain menggunakan berbagai bahan kimia, ternyata terdapat beberapa bahan rumahan yang bisa kamu manfaatkan untuk pembuatan cairan pembersih. Beberapa bahan ini mengandung zat yang mampu membunuh kuman dan virus secara efektif.

Cara membuat cairan pembersih rumah sangatlah mudah, bahkan kamu bisa menggunakan bahan-bahan yang ada di rumah. Berikut beberapa jenis bahan dan cara pembuatannya.

– Pembersih karbol

Setiap orang tentu memiliki pembersih lantai di rumah. Bahan ini bahkan bisa kamu dapatkan dengan mudah dimana saja dengan harga yang terjangkau.

Selain untuk membersihkan lantai, cairan karbol juga dapat bermanfaat untuk pembuatan cairan pembersih karena mengandung senyawa yang secara efektif membunuh kuman dan virus.

Cara pembuatannya :

1. Gunakan masker dan sarung tangan terlebih dahulu agar cairan tidak memberikan efek samping bagi kulit.

2. Tuangkan 2 tutup botol pembersih karbol kedalam 1 liter air kemudian campurkan secara merata.

3. Masukkan cairan tersebut kedalam wadah berupa botol. Cairan pembersih siap untuk digunakan.

– Cuka

Kebanyakan orang mungkin mengetahui cuka sebagai bahan masakan. Manfaat cuka ditambahkan kedalam masakan adalah untuk memperkaya rasa dan memberikan efek tahan lama untuk makanan.

Sehingga makanan bisa tetap segar ketika di makan. Namun ternyata bukan hanya bisa berfungsi sebagai bahan masakan saja, bahan yang memiliki rasa asam ini ternyata juga bisa digunakan sebagai cairan pembersih yang mampu membunuh virus dan juga bakteri.

Cara pembuatannya :

1. Siapkan botol berukuran 1 liter sebagai wadah untuk penyemprotan cairan pembersih nantinya.

2. Masukkan 1/2 cangkir gelas cuka kedalam botol. Tambahkan air secukupnya hingga botol terlihat hampir penuh.

3. Tambahkan 1 sdm minyak esensial.

4. Kocok seluruh bahan hingga tercampur dengan merata. Cairan pembersih bisa langsung digunakan.

– Lemon

Lemon mengandung asam sitrat yang mampu bekerja secara efektif untuk menghilangkan noda alkalis. Selain itu buah ini juga dapat bermanfaat untuk menghilangkan bakteri dan virus yang menempel pada permukaan benda.

Aromanya yang segar membuat buah ini sering dipilih sebagai bahan pembuatan cairan pembersih.

Lemon juga mengandung banyak nutrisi dan mineral sehingga mampu membunuh kuman secara efektif. Kamu perlu mencampurkan lemon dengan cuka untuk pembuatan cairan pembersih.

Cara pembuatannya :

1. Masukkan potongan lemon kedalam sebuah wadah tertutup.

2. Tuang cuka hingga seluruh bagian buah. Kemudian tutup rapat.

READ  Cara Menghilangkan Jerawat Dan Bekasnya Secara Efektif

3. Simpan toples di tempat yang gelap dan sejuk selama kurang lebih 2 minggu.

4. Setelah dua minggu, saring air yang ada di toples tersebut kemudian pindahkan ke botol jenis spray.

5. Campurkan 30 ml cuka lemon dengan air 1 liter. Kocok hingga cairan merata.

6. Gunakan cairan pembersih ini untuk menghindarkan diri kamu dari serangan virus. Selain mampu membersihkan secara efektif, cairan pembersih ini memiliki aroma yang enak dan menyegarkan.

– Daun sirih

Daun sirih merupakan tumbuhan yang biasa digunakan untuk pembuatan obat tradisional. Manfaat dari tumbuhan ini sudah terkenal dan sangat beragam, salah satunya adalah untuk menjaga kesehatan serta memutihkan gigi.

Kandungan zat dalam daun sirih membuat tumbuhan ini sangat efektif untuk dijadikan sebagai bahan pembuatan cairan pembersih.

Cara pembuatannya :

1. Siapkan beberapa lembar daun sirih kemudian cuci dengan bersih.

2. Potong kasar daun sirih menjadi bagian-bagian kecil.

3. Rebus daun sirih dengan air secukupnya hingga mendidih. Campur hingga merata agar sari daun sirih bisa keluar semua.

4. Setelah mendidih matikan kompor dan biarkan air rebusan dingin terlebih dahulu.

5. Setelah dingin saring air rebusan daun sirih dan masukkan kedalam botol berbentuk spray. Kamu bisa langsung menyemprotkan cairan pembersih alami ini ke benda-benda yang ada disekitar.

– Minyak esensial

Banyak sekali jenis minyak esensial yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari misalnya minyak kayu putih, minyak zaitun dan lain sebagainya.

Minyak esensial diketahui mampu bermanfaat untuk membunuh bakteri dan kuman sehingga bisa kamu jadikan sebagai bahan campuran untuk pembuatan cairan pembersih.

Cara pembuatannya :

1. Siapkan wadah yang telah dibersihkan.

2. Masukkan 2 sdm minyak esensial, kamu bisa bebas menggunakan minyak jenis apa saja.

3. Kemudian tambahkan 1 sdm soda kue.

4. Aduk kedua bahan tersebut di dalam air berukuran 1 liter.

5. Setelah bahan telah larut, kamu bisa memindahkannya ke botol spray agar lebih mudah untuk digunakan.

Fungsi Desinfektan

Desinfektan berfungsi untuk mematikan virus, bakteri, jamur dan berbagai kotoran yang menempel pada permukaan benda mati.

Cairan pembersih ini mengandung formula khusus yang mampu mematikan patogen dan membuat sel bakteri menjadi rusak dan tidak dapat berkembang lagi.

Beberapa bahan lain juga bisa dicampurkan ke cairan pembersih ini sesuai dengan kebutuhan, misalnya untuk cairan pembersih rumah tangga, bisa ditambahkan surfaktan.

Semua zat yang terkandung dalam cairan pembersih harus dalam pengawasan serta mendapatkan persetujuan dari EPA. Environmental Protection Agency (EPA) bertugas untuk melindungi kesehatan dan lingkungan manusia.

Pengawasan dan pengujian perlu dilakukan karena tidak semua cairan pembersih bisa aman untuk digunakan.

Bahaya Desinfektan

Jika kamu telah memahami fungsi dari cairan pembersih tentu sudah mengetahui bahwa cairan digunakan untuk membersihkan bagian permukaan benda mati bukan disemprotkan ke benda hidup atau tubuh.

READ  Beberapa Jenis Obat Asam Urat Yang Wajib Diketahui

Banyak orang menganggap bahwa menyemprotkan cairan pembersih langsung ke tubuh mampu mencegah infeksi virus dan bakteri, padahal itu merupakan hal yang berbahaya. Umumnya cairan pembersih ini terbuat dari campuran klorin dan alkohol.

Namun banyak juga cairan pembersih lain yang menggunakan bahan tambahan seperti iodin, hidrogen peroksida, fenol dan lain sebagainya.

Cairan pembersih ini memang sangat efektif untuk membunuh kuman di permukaan benda, namun jika disemprotkan langsung ke tubuh manusia justru bisa menyebabkan berbagai gangguan kesehatan.

Bahan kimia yang terkandung dalam cairan pembersih mampu membuat kulit mengalami iritasi dan alergi. Bahkan jika terkena mata, kamu bisa mengalami kerusakan penglihatan yang cukup serius.

Percikan cairan pembersih yang disemprotkan ke tubuh akan terhirup dan mampu menyebabkan gangguan pernapasan seperti asma kronis, bronkitis, edema paru dan gangguan lainnya.

Cairan pembersih tidak akan berfungsi dengan baik bahkan tidak bisa membunuh virus dan bakteri jika disemprotkan ke tubuh.

Manfaat Desinfektan

Di zaman pademik seperti sekarang ini desinfektan sangat bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari. Diketahui bahwa kuman dan bakteri mampu hidup lebih lama jika menempel di atas permukaan benda mati.

Untuk itu permukaan benda harus dibersihkan dengan cairan pembersih khusus agar tidak menjadi sarang bakteri. Hal ini membuat orang yang menyentuhnya bisa tetap steril dan terhindar dari berbagai serangan bakteri.

Penyemprotan cairan pembersih ini harus dilakukan secara rutin ke berbagai benda mati yang ada disekeliling kamu agar benda di area tempat tinggal tetap bersih dan steril. Hal ini bermanfaat untuk menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan secara lebih optimal.

Perbedaan Antiseptik Dan Desinfektan

Kedua zat ini memang digunakan sebagai cairan pembersih di kehidupan sehari-hari. Keduanya menggunakan bahan kimia khusus yang mampu bermanfaat untuk membunuh kuman, namun jika dijabarkan secara detail keduanya memiliki fungsi yang berbeda.

Antiseptik berfungsi untuk membersihkan tubuh dari serangan bakteri dan kuman. Selain itu antiseptik juga bisa digunakan sebagai alat steril untuk mengobati luka.

Beberapa obat yang dikonsumsi bahkan mengandung antiseptik yang berfungsi untuk membunuh infeksi yang terjadi pada tubuh. Sedangkan desinfektan berfungsi untuk membersihkan permukaan benda mati.

Cairan ini digunakan untuk mensterilkan benda dari pertumbuhan bakteri dan kuman. Dengan begitu benda bisa lebih bersih dan tidak membawa kumat dan penyakit bagi lingkungan.

Setiap cairan pembersih harus digunakan sesuai dengan fungsinya agar tidak menimbulkan bahaya bagi para pengguna. Setelah mengetahui informasi ini kamu bisa lebih cermat menggunakan desinfektan sesuai dengan kegunaannya agar terhindar dari bakteri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *